Dari berbagai peninggalan sejarah, dapat diketahui bahwa kebudayaan pada masa prasejarah merupakan dasar bagi kebudayaan bangsa Indonesia. Seiring perkembangannya, kebudayaan ini diperkaya dengan pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam. Kemampuan nenek moyang dalam menyeleksi dan mengadaptasi kebudayaan asing sering disebut dengan local genius, atau kemampuan untuk memilih dan menyesuaikan budaya luar dengan budaya asli. Konsep ini juga dikenal sebagai nilai budaya terbuka selektif. Peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia tidak hanya menyimpan artefak fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Berikut adalah beberapa nilai budaya yang dapat ditemukan melalui peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia :

  1. Nilai Kebersamaan dan Gotong Royong

Salah satu nilai budaya yang penting dalam masyarakat Hindu masa lalu adalah semangat kebersamaan dan gotong royong, yang terlihat dalam pembangunan candi- candi besar seperti Prambanan. Pembangunan candi yang memerlukan kerja sama dari banyak orang ini menggambarkan pentingnya kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama, baik dalam hal spiritual maupun sosial. Proses pembangunan yang melibatkan banyak orang menunjukkan bahwa kebersamaan adalah salah satu prinsip utama dalam budaya Hindu.

  1. Nilai Keharmonisan dengan Alam

Kebudayaan Hindu sangat kental dengan penghormatan terhadap alam. Candi-candi yang dibangun pada masa Hindu sering kali terletak di tempat-tempat yang indah dan strategis, menghubungkan manusia dengan alam sekitar, baik itu pegunungan, sungai, atau pemandangan alam lainnya. Hal ini mencerminkan nilai-nilai budaya Hindu yang mengajarkan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam.

  1. Nilai Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan

Agama Hindu juga mengajarkan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan. Peninggalan berupa prasasti, kitab-kitab suci, dan candi-candi yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran menunjukkan bahwa masyarakat Hindu pada masa itu sangat menghargai pengetahuan, baik dalam bidang agama, filsafat, seni, maupun sains. Candi-candi seperti Borobudur tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama dan filsafat Hindu-Buddha.

  1. Nilai Kehidupan Spiritual dan Upacara Keagamaan

Kehidupan spiritual yang mendalam sangat diutamakan dalam kebudayaan Hindu. Peninggalan sejarah seperti candi, arca, dan prasasti menggambarkan ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu pada masa itu. Upacara keagamaan dan pemujaan terhadap dewa-dewa dalam agama Hindu menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, yang diwakili dalam bentuk seni arsitektur dan patung-patung religius.

  1. Nilai Seni dan Estetika

Peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia juga sangat kaya akan nilai seni dan estetika. Seni ukir, patung, dan arsitektur yang ditemukan di candi-candi Hindu menunjukkan bahwa masyarakat Hindu sangat menghargai keindahan dan seni dalam ekspresi keagamaan mereka. Patung-patung dewa yang halus dan arsitektur candi yang megah menjadi contoh nyata dari apresiasi terhadap seni dalam budaya Hindu.

Secara keseluruhan, peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia mencerminkan berbagai nilai budaya yang sangat penting dalam membentuk peradaban Indonesia, baik dalam aspek sosial, spiritual, maupun intelektual.